Tukar Cerita Peradilan Jilid I

  1. Home
  2. Post
  3. Detail

14 May2018

Tukar Cerita Peradilan Jilid I

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari proses refleksi yang telah dilakukan oleh beberapa Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) pada "CSOs Leader Summit" yang dilaksanakan pada Desember 2017 dan menghasilkan beberapa catatan mengenai proses pembaruan peradilan yang telah berjalan. Forum ini kemudian ditindaklanjuti dalam Forum Pembaruan Peradilan Indonesia (Indonesian Judicial Reform Forum/IJRF), yang merupakan forum berskala besar yang mempertemukan lintas pemangku kepentingan dalam pembaruan peradilan, termasuk di dalamnya OMS.

IJRF telah dilaksanakan untuk pertama kali pada 15 dan 16 Januari 2018, dihadiri oleh berbagai kalangan yang terlibat dan peduli pada isu pembaruan peradilan di Indonesia dengan salah satu hasilnya berupa dokumen yang berisi catatan berbagai capaian, tantangan, dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh para pekerja dan pemangku kepentingan pembaruan peradilan. Dokumen tersebut memandatkan OMS untuk duduk bersama secara konsisten untuk merumuskan pembagian peran dalam mengawal pembaruan peradilan, melalui kajian dan advokasi yang bersifat subtansial berbasis data.

Sejalan dengan itu, pasca IJRF 2018, forum bagi OMS untuk bertemu dan bertukar pikiran tidak boleh berhenti di tempat. OMS harus sering bertemu untuk melakukan kolaborasi dan sinergi dalam mendorong pembaruan peradilan sesuai dengan konteks dan tantangan masa kini ke depannya dalam bentuk “Tukar Cerita Peradilan” yang ditargetkan dalam berjalan secara regular.

Bertempat di Hotel Morrissey Jakarta (14/5) LeIP menjadi tuan rumah Tukar Cerita Peradilan yang diharapkan ke depannya kegiatan ini dapat dilakukan oleh lembaga lain secara berkesinambungan. Dalam kesempatan kali ini, mereka yang hadir antara lain MaPPI FHUI (Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia), LBH APIK (Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan), ILR (Indonesian Legal Roundtable), ICJR (Institute for Criminal Justice Reform), CDS (Center for Detention Studies), ELSAM (Lembaga Studi & Advokasi Masyarakat), PSHK (Pusat Studi Hukum dan Kebijakan), dan PUSKAPA UI (Pusat Kajian Perlindungan Anak Universitas Indonesia).

Agenda diisi dengan menyampaikan riset dan kegiatan apa yang sedang dilakukan oleh masing-masing lembaga. Dalam sesi ini akhirnya menemukan solusi untuk beberapa lembaga bahwa mereka dapat saling mendukung penelitian masing-masing, dengan cara saling bertukar data, dan bentuk dukungan lainnya.

Selanjutnya Liza Farihah (Peneliti LeIP) dan Muhammad Tanziel Aziezi (Peneliti LeIP) menyampaikan beberapa catatan dari capaian, tantangan, dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh teman-teman organisasi masyarakat sipil. Forum ini dinilai sangat aktif karena didapatkan temuan-temuan dari teman-teman OMS selain dari hasil proceeding IJRF 2018.

Dalam sesi terakhir disepakati fokus-fokus kerja yang akan dicapai dalam 1 (satu) tahun ke depan, diantaranya Pendidikan Profesi Hukum, Sistem Peradilan Pidana, Konsistensi Hukum, Bantuan Hukum dan Paralegal, dan Hukum Perdata. Fokus-fokus kerja ini mungkin akan berkembang seiring berjalannya waktu. Selanjutnya Forum Tukar Cerita Peradilan akan diagendakan pada September 2018 dan digawangi oleh MaPPI FHUI.

Tags:
Top